Saturday, 2 May 2015
PERBEDAAN IDEOLOGI TERBUKA DAN IDEOLOGI TERTUTUP
PERBEDAAN IDEOLOGI TERBUKA DAN IDEOLOGI TERTUTUP
sebagai sutu sistem pemikiran, ideologi dapat diklasifikasikan ke dalam dua kategori, yaitu ideologi terbuk dan tertutup. Apa perbedaan di antara keduanya? di bawah ini akan dijelaskan perbedaan antara ideologi terbuka dan ideologi tertutup.
A. Ideologi Terbuka
- sistem pemikirannya yang terbuka.
- nilai - nilai dan cita - citanya tidak dipaksakan dari luar, melainkan digali dan diambil dari harta kekayaan rohani, moral, dan budaya masyarakat itu sendiri.
- dasar pembentukan ideologi bukan keyakinan ideologis sekelompok orang, melainkan hasil musyawarah dan kesepakatan dari masyarakat.
- tidak diciptakan oleh negara, melainkan masyarakat itu sendiri sehingga ideologi tersebut adalah milik seluruh rakyat atau anggota masyarakat.
- tidak hanya dibenarkan, melainkan dibutuhkan oleh seluruh warga masyarakat.
- senantiasa berkembang seiring dengan perkembangan aspirasi, pemikiran, serta akselerasi dari masyarakat dalam meujudkan cita - citanya untuk hidup berbangsa dalam mencapai harkat dan martabat kemanusiaan.
B. Ideologi Tertutup
- sistem pemikiran yang tertutup.
- cenderung untuk memaksakan mengambil nilai - nilai ideologi dari luar masyarakat yang tidak sesuai dengan keyakinan dan pemikiran masyarakatnya.
- pada dasarnya ideologi tersebut diciptakan oleh negara, dalam hal ini penguasa negara yang mutlak harus diikuti oleh seluruh warga masyarakat.
- pada hakikatnya ideologi tersebut hanya diciptakan oleh negara, dalam hal ini penguasa negara mutlak harus diikuti oleh seluruh warga masyarakat.
- dasr pembentukannya adalah cita - cita atau keyakinan ideologis perseorangan atau sekelompok orang
- pada hakikatnya idologi tersebut hanya dibutuhkan oleh penguasa negara untuk melanggengkankekuasaanyya dan cenderung memiliki nilai kebenaran hanya dari sudut pandang penguasa saja.
- tertutup terhadap, pemikiran - pemikiran baru yang berkembang di masyarkatnya
PERWUJUDAN PANCASILA SEBAGI IDEOLOGI TERBKUKA
Sebagai ideologi terbuka, pancasila senantiasa mampu berinteraksi secara dinamis. Nilai - nilai Pancasila tidak berubah, namun pelaksanaanya disesuaikan dengan kebutuhan dan tantangan nyata yang kita hadapi dalam setiap waktu. Hal ini dimaksudkan untuk menegaskan bahea ideologi Pancasila bersifat aktual, dinamis, antisipatif dan senatiasa mampu menyesuaikan diri dengan perkembangan zaman, ilmu pengetahuan dan teknologi serta dinamika perkembangan aspirasi masyarakat.
Berdasarkan uraian di atas, keterbukaan ideologi Pancasila mengandung nilai - nilai sebagai berikut :
a) Nilai dasar yaitu hakikat kelima sila Pancasila, nilai dasar tersebut bersifat universal sehingga di dalamnya terkandung cita - cita dan tujuan serta nilai - nilai yan baik dan benar, nilai ini bersifat tetap dan terlekat pada kelangsungan hidup negara. NIlai dasar tersebut selanjutnya dijabarkan dalam pasal - pasal Undang - Undang Dasar Negara Republik Indonesia.
b) Nilai instrumental yaitu penjabaran lebih lanjut dari nilai - nilai dasar ideologi Pancasila
c) Nilai praktis yaitu merupakan realisasi nilai - nilai instrumental dalam suatu pengalaman nyata dalam kehidupan sehari - hari dalam bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara serta senantiasa berkembang dan selalu dapat dilakukan perubahan dan perbaikan ( reformasi ) sesuai dengan perkembangan zaman dan aspirasi masyarakat.
Subscribe to:
Post Comments (Atom)


No comments:
Post a Comment