Kita terlahir ke kehidupan dunia ini sejatinya untuk dijadikan sebagai khalifah atau pemimpin di dunia ini, bukan karena kesalahan nabimu yang membuat Tuhanmu marah, sehingga kita dilempar ke dunia yang penuh dengan kenikmatan yang fana' dari surga yang penuh dengan kenikmatan yang hakiki, bukan seperti itu melainkan kita memang sudah diberi tugas untuk menjadi khalifah di dunia.
“Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada para Malaikat: “Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi.” Mereka berkata: “Mengapa Engkau hendak menjadikan (khalifah) di bumi itu orang yang akan membuat kerusakan padanya dan menumpahkan darah, padahal kami senantiasa bertasbih dengan memuji Engkau dan mensucikan Engkau?” Tuhan berfirman: “Sesungguhnya Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui.”.” (QS Al Baqarah : 30)
Kesimpulan kandungan Surat Al Baqarah : 30, diantaranya:
- Allah memberitahu kepada malaikat bahwa Allah akan menciptakan khalifah (wakil Allah) di bumi
- Allah memilih manusia menjadi khalifah di muka bumi
- malaikat menyangsikan kemampuan manusia dalam mengemban tugas sebagai manusia. Menurut pandangan malaikat, manusia suka membuat kerusakan dan menumpahkan darah
- Malaikat beranggapan bahwa yang pantas menjadi khalifah di bumi adalah dirinya. Malaikat merasa selalu bertasbih, bertauhid dan menyucikan Allah
- Allah lebih mengetahui apa yang tidak diketahui oleh malaikat.
Kita terlahir ke dunia juga melalui proses yang panjang, ada 7 alam yang pasti kita lalui namun pada kesempatan kali akan di bahas dua alam yang dilalui sebagai berikut :
1. Alam Ruh
Ingatkah anda pernah melakukan perjanjian dengan Allah SWT sebelum lahir ke dunia? Ya, fitrah manusia memang pelupa, sehingga tidak ingat terhadap hal-hal yang sudah disepakati dengan Rabb-Nya sebelum terlahir ke dunia.Perjalanan hidup manusia sebenarnya sudah terperinci. Semua awal kehidupan dimulai dari alam ruh, kehidupan dunia dan berakhir di surga atau neraka. Sebelum akhirnya dilahirkan ke dunia, manusia sebenarnya melakukan perjanjian dengan Allah SWT.
Jika manusia menyanggupi, maka Ia akan lahir dan hidup di dunia, namun jika tidak, Allah tidak akan menakdirkannya menjalani kehidupan di muka bumi. Hal ini dijelaskan dalam Al-Quran dan hadist-hadist yang diriwayatkan Nabi Muhammad SAW. Sebelum setiap manusia lahir ke dunia, Allah telah mengambil kesaksian dari setiap jiwa atau ruh manusia.
Hal ini diperkuat dalam QS Al A’raaf Ayat 172 tentang Syahadatnya jiwa manusia sebelum ke Alam Dunia. “Dan (ingatlah), ketika Tuhanmu mengeluarkan keturunan anak-anak Adam dari sulbi mereka dan Allah mengambil kesaksian terhadap jiwa mereka (serayaberfirman) “Bukankah Aku ini Tuhanmu?” mereka menjawab, “Betul (Engkau Tuhan kami), kami menjadi saksi”. (Kami lakukan yang demikian itu) agar pada hari kiamat kamu tidak mengatakan, “Sesungguhnya kami (Bani Adam) adalah orang-orang yang lengah terhadap ini (keEsaan Tuhan)”. (QS. Al A’raaf, 7 : 172)
2. Alam rahim
Setelah ruh membuat kesaksian dengan Allah maka satu per satu ruh akan di hembuskan ke dalam rahim ibu." Kemudian Dia menyempurnakannya dan meniupkan roh (ciptaan)-Nya ke dalam (tubuh)-nya dan Dia menjadikan pendengaran, pengelihatan..........." (QS. As-Sajdah 9 )
selama kurang lebih 9 bulan manusia menetap di dalam rahim ibu dan kemudian lahir ke dunia.
Dari dua alam yang dilalui manusia sebelum lahir ke dunia, masing - masing alam mempunyai proses seleksi yang sangat ketat kemudian yang terkuat dan mempunyai kualitas baik akan lolos seleksi dan menjadi manusia yang lahir ke dunia, seperti di alam ruh roh - roh di ambil kesaksiannya di depan Allah SWT, roh yang menyanggupi kesaksiannya maka akan di siapkan untuk di tiupkan ke dalam calon bayi di dalam rahim ibu, begitu pula pada saat pembentukan calon bayi di dalam rahim, dimana proses tersebut terdiri dari ratusan juta sel sperma yang saling bersaing, kemudia sel sperma yang terkuat dapat membuahi satu sel telur yang kemudian membentuk zygot dan seterusnya yang pada akhirnya membentuk bayi, lantas apakah anda akan bertanya mengapa harus yang terkuat ?, jawabannya cuman satu " untuk dijadikan khalifah yang tangguh dan mempunyai kualitas baik untuk memipin dunia ".
Setelah itu manusia - manusia lahir dari rahim ibu dengan kondisi yang berbeda beda, ada yang lahir dari keluarga kaya adapula yang lahir dari keluarga miskin, ada yang lahir dengan kondisi fisik normal adapula yang lahir dengan kondisi fisik tidak normal, ada yang lahir dengan mental yang normal adapula yang terlahir dengan mental yang tidak normal, ada yang terlahir menjadi seorang yang cerdas ada pula yang lahir menjadi seorang yang bodoh. untuk apa kondisi tersebut dibuat ? apakah hal seperti merupakan tindakan yang tidak adil ? itu semua di ciptakan untuk menguji manusia, ujian untuk para khalifah di bumi, apakah sanggup ataupun tidak, jikalau sanggup maka akan mendapatkan hadiah dari Allah SWT dan mendapat predikat " hamba yang beriman dengan sebenar - benarnya beriman "
7 Alam Kehidupan yang Pasti Dilalui Manusia Sejak Lahir Hingga Kiamat Manusia sejak dilahirkan hingga meninggal duina akan melalui sebuah perjalanan yang panjang. Manusia akan melalui 7 tahap alam kehidupan sejak kelahirannya sebelum akhirnya mendapat kemenangan berkesempatan bertemu dengan Allah di surga atau terpuruk dilembah neraka. Setiap tahap ditempuh dalam waktu yang berbeda-beda, mulai dari hitungan beberapa bulan hingga ribuan tahun. Apa saja ketujuh alam kehidupan manusia yang akan di alami? Simak penjelasannya. 1. Alam ruh Hidup manusia dimulai dari alam ruh, waktu dimana Allah mengumpulkan semua ruh manusia yang akan diturunkan kebumi. Kejadian ini dikisahkan dalam Al-Quran Surat Al-A’raf ayat 173: “Dan (ingatlah), ketika Tuhanmu mengeluarkan keturunan anak-anak Adam dari sulbi mereka dan Allah mengambil kesaksian terhadap jiwa mereka (seraya berfirman): “Bukankah Aku ini Tuhanmu?” Mereka menjawab: “Betul (Engkau Tuhan kami), kami menjadi saksi”. (Kami lakukan yang demikian itu) agar di hari kiamat kamu tidak mengatakan: “Sesungguhnya kami (bani Adam) adalah orang-orang yang lengah terhadap ini (keesaan Tuhan)” 2. Alam Rahim Setelah ruh membuat kesaksian tentang Allah maka setelah itu satu persatu ruh akan dihembuskan kedalam rahim seorang ibu, sebagaimana dinyatakan dalam Al-Quran Surat Sajdah ayat 9: “Kemudian dibentukNya (janin dalam rahim) dan ditiupkan ke dalamnya sebagian dari ruhNya.” Setelah itu mulailah manusia memasuki tahap alam kedua dari perjalanan hidupnya. Selama kurang lebih 9 bulan manusia menetap dalam rahim ibu dan kemudian lahir ke dunia menjadi seorang bayi.
Selengkapnya : http://www.kompasiana.com/m.irwan/7-alam-kehidupan-yang-pasti-dilalui-manusia-sejak-lahir-hingga-kiamat_55486057547b618c0b2524c3
Selengkapnya : http://www.kompasiana.com/m.irwan/7-alam-kehidupan-yang-pasti-dilalui-manusia-sejak-lahir-hingga-kiamat_55486057547b618c0b2524c3
“Apakah manusia itu mengira, bahwa mereka dibiarkan (saja) mengatakan: “Kami telah beriman”, sedang mereka tidak diuji? Dan sesungguhnya Kami telah menguji orang-orang sebelum mereka, sehingga Allah mengetahui orang-orang yang benar dan pendusta.”
(Q.S. al-Ankabut [29]: 2-3)
“…Sungguh akan kami uji (iman) kalian dengan kesusahan dan (dengan) kesenangan. Dan hanya kepada Kamilah kalian akan dikembalikan…” (Q.S. al-Anbiya’ [21]: 35)
“Dan sungguh akan Kami uji (iman) kalian dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa, dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar.” (Q.S. al Baqoroh [2]: 155)
Demikian artikel singkat dari saya, sekeras apapun cobaan hidup, seberat apapun cobaan hidup yang kita terima, percayalah itu semua untuk membuat kita lebih kuat.
2. Alam Rahim Setelah ruh membuat kesaksian tentang Allah maka setelah itu satu persatu ruh akan dihembuskan kedalam rahim seorang ibu, sebagaimana dinyatakan dalam Al-Quran Surat Sajdah ayat 9: “Kemudian dibentukNya (janin dalam rahim) dan ditiupkan ke dalamnya sebagian dari ruhNya.” Setelah itu mulailah manusia memasuki tahap alam kedua dari perjalanan hidupnya. Selama kurang lebih 9 bulan manusia menetap dalam rahim ibu dan kemudian lahir ke dunia menjadi seorang bayi.
Selengkapnya : http://www.kompasiana.com/m.irwan/7-alam-kehidupan-yang-pasti-dilalui-manusia-sejak-lahir-hingga-kiamat_55486057547b618c0b2524c3
Selengkapnya : http://www.kompasiana.com/m.irwan/7-alam-kehidupan-yang-pasti-dilalui-manusia-sejak-lahir-hingga-kiamat_55486057547b618c0b2524c3
Alam ruh Hidup manusia dimulai dari alam ruh, waktu dimana Allah mengumpulkan semua ruh manusia yang akan diturunkan kebumi. Kejadian ini dikisahkan dalam Al-Quran Surat Al-A’raf ayat 173: “Dan (ingatlah), ketika Tuhanmu mengeluarkan keturunan anak-anak Adam dari sulbi mereka dan Allah mengambil kesaksian terhadap jiwa mereka (seraya berfirman): “Bukankah Aku ini Tuhanmu?” Mereka menjawab: “Betul (Engkau Tuhan kami), kami menjadi saksi”. (Kami lakukan yang demikian itu) agar di hari kiamat kamu tidak mengatakan: “Sesungguhnya kami (bani Adam) adalah orang-orang yang lengah terhadap ini (keesaan Tuhan)”
Selengkapnya : http://www.kompasiana.com/m.irwan/7-alam-kehidupan-yang-pasti-dilalui-manusia-sejak-lahir-hingga-kiamat_55486057547b618c0b2524c3
Selengkapnya : http://www.kompasiana.com/m.irwan/7-alam-kehidupan-yang-pasti-dilalui-manusia-sejak-lahir-hingga-kiamat_55486057547b618c0b2524c3

No comments:
Post a Comment